Salah satu kendala paling umum yang dihadapi mahasiswa kedokteran, keperawatan, kebidanan, dan kesehatan masyarakat adalah kebingungan menentukan uji statistik yang tepat di Bab 3 metodologi penelitian.
1. Pahami Jenis Data Variabel Anda
Langkah pertama sebelum membuka software SPSS atau Stata adalah mengidentifikasi skala data dari variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat):
- Data Kategorik (Kualitatif): Skala Nominal (contoh: Jenis Kelamin, Golongan Darah) atau Skala Ordinal (contoh: Tingkat Nyeri, Tingkat Kepuasan, Stadium Kanker).
- Data Numerik (Kuantitatif): Skala Interval atau Rasio (contoh: Kadar Hemoglobin, Tekanan Darah mmHg, Berat Badan kg, Usia tahun).
2. Uji Normalitas: Menentukan Parametrik atau Non-Parametrik
Jika data Anda berskala numerik, Anda wajib melakukan uji normalitas (misalnya Saphiro-Wilk untuk n < 50 atau Kolmogorov-Smirnov untuk n ≥ 50):
• Jika data berdistribusi normal (p > 0.05): Gunakan uji Parametrik (contoh: Independent T-Test, Paired T-Test, Pearson Correlation, One-Way ANOVA).
• Jika data tidak berdistribusi normal (p ≤ 0.05): Gunakan uji Non-Parametrik (contoh: Mann-Whitney U, Wilcoxon, Spearman Rank, Kruskal-Wallis).
• Jika data tidak berdistribusi normal (p ≤ 0.05): Gunakan uji Non-Parametrik (contoh: Mann-Whitney U, Wilcoxon, Spearman Rank, Kruskal-Wallis).
3. Tabel Ringkasan Pemilihan Uji Bivariat
| Variabel Bebas | Variabel Terikat | Uji Parametrik | Uji Non-Parametrik |
|---|---|---|---|
| Kategorik (2 kelompok) | Numerik | Independent T-Test | Mann-Whitney U Test |
| Kategorik (> 2 kelompok) | Numerik | One-Way ANOVA | Kruskal-Wallis |
| Kategorik | Kategorik | Chi-Square (Alternatif: Fisher’s Exact Test) | |
Konsultasi Privat
Masih Bingung Menentukan Uji Statistik untuk Riset Anda?
Diskusikan judul dan desain penelitian Anda bersama tim konsultan riset kami. Biaya bimbingan terjangkau mulai dari Rp 500.000,-.
Chat WhatsApp Konsultan Sekarang →